Balita Ditemukan Tewas Mengenaskan Setelah Hilang dari Tempat Penitipan Anak


Balita Ditemukan Tewas Mengenaskan
Balita ditemukan tewas mengenaskan setelah hilang dari tempat penitipan anak. Day care atau lembaga penitipan anak adalah tempat yang seharusnya dapat menggantikan peran orangtua untuk mengasuh, merawat anak, serta menjaga keselamatan anak ketika kedua orangtuanya sedang sibuk bekerja.

Namun nasib malang dialami bocah laki-laki berusia 4 tahun bernama Yusuf Ahmad Gazali. Anak laki-laki dari pasangan Bambang Sulistiyo (34) dan Melisari (30) ditemukan sudah tidak bernyawa dengan keadaan yang mengenaskan dengan tanpa kepala di sebuah selokan air di Jalan Antasari, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu (8/12/2019).

Balita ini dititipkan di tempat penitipan anak Jannatul Athfal di Jalan AW Sjahranie, Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda Ulu. Bambang mengantar anaknya sekitar pukul 11.00 WITA, lalu sekitar pukul 14.30 Bambang mendapat kabar dari ibu kepala sekolah bahwa anaknya tidak dapat ditemukan di lingkungan tempat penitipan.

Muncul dugaan bahwa Yusuf diculik oleh orang yang tidak dikenal, ada juga yang beranggapan Yusuf terbawa arus banjir saat keluar dari lingkungan PAUD, ada juga yang menduga bahwa Yusuf tercebur ke parit lalu terbawa arus.

Yusuf ditemukan oleh seorang warga bernama Jumadi di sebuah selokan air ketika ia hendak melaksanakan sholat subuh, awalnya ia mengira jasad bayi tersebut adalah boneka. Namun setelah di amati ternyata adalah sosok balita tanpa kepala.

Polisi akhirnya dapat meringkus terduga tersangka laki-laki berinisial A (35) yang diduga menjadi pelaku yang memenggal kepala balita yang ditemukan di selokan. 

“Pelaku pembunuh anak di bawah umur dengan cara mengenaskan itu sedang dalam perjalanan menuju Polda Kalteng, nanti yang bersangkutan akan dimintai keterangan lebih lanjut,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Hendra Rochmawan seperti dikutip Antaa, Senin (9/112/2019).

“Kejadian ini murni tindak kriminal dengan kasus potong kepala, jadi tidak ada hubungannya dengan isu ngayau dan sebagainya,” imbuhnya. Lantaran banyak warga yang mengaitkan kejadian ini dengan ‘ngayau’ atau mitos pemenggal kepala yang sedang beredar di masyarakat.

Ayah korban, Bambang mengakui jika korban adalah anak kandungnya, pasalnya pakaian yang menempel pada korban sesuai yang dikenakannya pada hari saat korban hilang sejak Jum’at (22/11/2019).

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter