Mendikbud Nadiem Makarim dan Wacana Penghapusan Ujian Nasional

Jakarta, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, rencana penghapusan ujian nasional (UN) di Indonesia bukan hanya sekedar wacana. Sebab, penghapusan dikaji oleh pihaknya berdasarkan usulan dari banyak pihak.

Menurutnya, usulan penghapusan UN tidak hanya datang dari masyarakat tetapi juga para guru. Salah satu alasannya adalah untuk menghindari murid dari stress.

Penghapusan UN untuk kali pertama dilakukan pada masa Mendikbud M Nuh. Pada akhir 2013, ia menyatakan menghapus pelaksanaan UN untuk level sekolah dasar (SD) dan sederajat. Penghapusan ini tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas PP Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Pada 2015, wacana penghapusan UN kembali muncul, ketika Anies Baswedan masih menjabat sebagai Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah. Menurut dia, kementerian akan mengubah konsep UN. Sehingga UN tidak lagi menjadi instrumen yang digunakan sebagai indikator kelulusan, tetapi justru menggunakan UN sebagai alat pembelajaran.

"Saat UN menjadi satu-satunya penentu kelulusan, banyak siswa yang distress dan penuh dengan tekanan. Hal itu akhirnya memicu terjadinya kecurangan-kecurangan, itulah yang ingin kami evaluasi," ucap Anies pada 23 Januari 2015 silam.

Setelah posisi Anies digantikan Muhadjir Effendy pada 2016, ia sempat mewacanakan ingin melakukan moratorium pelaksanaan UN 2017. Muhadjir berpandangan, pelaksanaan UN perlu dievaluasi dan dilakukan treatment baru agar pelaksanaan ujian lebih berkualitas.

Kemendikbud pun mempersiapkan pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sebagai pengganti UN. Namun, gagasan moratorium itu ditolak Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menurut dia, UN masih diperlukan di dalam sistem pendidikan di Tanah Air. Akhirnya Presiden Joko Widodo memutuskan agar pelaksanaan UN tetap dilakukan pada tahun 2017. Keputusan itu diambil di dalam rapat kerja terbatas kabinet pada 12 Desember 2016.

Sedangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mewacanakan penghapusan UN dapat direalisasikan setelah tahun 2020.  Meskiw ini sudah dikaji, Nadiem mengatakan, kebijakan yang akan dilakukan tidak akan sekadar menghapus UN. Namun, akan ada perbaikan sistem kelulusan bagi siswa.

"Jadi bukan semuanya ini wacana menghapus saja, tapi juga wacana memperbaiki esensi dari UN itu sebenarnya apa. Apakah menilai prestasi murid atau menilai prestasi sistem," kata Nadiem di Kantor Kemendikbud, Sabtu (30/11/2019).

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter