Menteri BUMN Erick Thohir berhentikan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia

Menteri BUMN Erick Thohir berhentikan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Ashkara karena menyelundupkan komponen Harley-Davidson. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan hasil pemeriksaan Komite Audit.

"Saya sebagai menteri BUMN akan berhentikan Dirut Garuda," ujar Erick di Jakarta, Kamis (5/12).

Seperti yang diketahui, ada 15 kotak berisi berisi spare part Harley-Davidson dengan kondisi bekas. Kejadian ini terungkap ketika pesawat Garuda Indonesia tiba di Indonesia, pada Minggu (17/11/2019).

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 203/2017 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang yang Dibawa Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut, pada pasal 9, dinyatakan bahwa barang impor yang dibawa oleh penumpang atau awak sarana pengangkut wajib diberitahukan kepada Bea dan Cukai di kantor pabean setempat. Pemberitahuan dapat secara lisan maupun tertulis melalui Custom Declaration atau pemberitahuan barang impor khusus. Sementara yang diketahui, onderdil moge dan sepeda yang dibawa dalam penerbangan Garuda tersebut bahkan tidak tercantum dalam manifes pesawat.

Terlebih lagi, onderdil moge Harley Davidson yang didapati otoritas kepabeanan itu ternyata merupakan barang bekas. Padahal, impor barang bekas telah diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 76 Tahun 2019 tentang Ketentuan Impor Barang Modal dalam Keadaan Tidak Baru (BMTB).

Merujuk pada lampiran Permendag tersebut, kode HS untuk onderdil moge  yang didapati tersebut , yaitu kode 87.11, tidak terdapat dalam daftar BMTB yang diizinkan untuk diimpor oleh pemerintah.
Artinya, pemasukan onderdil moge bekas ke dalam wilayah pabean tersebut melanggar Permendag tersebut, dalam hal BMTB yang diimpor tidak sesuai dengan ketentuan peraturan, maka wajib ditarik kembali dari peredaran dan dimusnahkan oleh importir. Biaya atas pelaksanaan penarikan kembali maupun pemusnahan ditanggung oleh importir.

Berdasarkan audit komite, Erick mengungkapkan pembelian komponen Harley-Davidson merupakan pesanan Ari melalui pegawainya. Ari memerintah untuk mencarikan sepeda motor Harley-Davidson sejak 2018 lalu. Transaksi pembelian dilakukan pada April 2019 melalui rekening pribadi yang ditransfer ke Amsterdam. Hingga akhirnya motor dibawa ke Indonesia atas nama salah satu pegawainya yang berinisial SAS pada penerbangan Garuda menggunakan pesawat Airbus A330-900 pada 17 November 2019 lalu.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter